Jantung Ancam Usia Muda


MALANG - Sebanyak 159 tenaga medis Puskesmas antusias mengikuti pelatihan Senam Jantung Sehat (SJS) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, kemarin. Kegiatan ini digelar Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Malang Raya.
Wakil Ketua YJI Cabang Malang Raya, Prof Dr dr Djanggan Sargowo MD, PhD mengatakan SJS ini untuk menyosialisasikan pola hidup sehat kepada masyarakat, sekaligus melakukan seleksi instruktur SJS.
“Dari 159 peserta ini, hanya 59 orang saja yang menjadi instruktur SJS,” ujarnya kepada Malang Post. Selanjutnya, kata dia, puluhan instruktur itu ditempatkan di 59 Klub Jantung Sehat (KJS).  “Seluruh instruktur yang lulus, juga diberi sertifikasi SJS,” papar Djanggan, sapaannya.
Menurut dia, kiprah dari instruktur SJS ini sangat dibutuhkan. Mengingat ancaman dari penyakit mematikan ini sudah berkembang pesat. Selain itu, usia penderita penyakit jantung juga telah mengalami pergeseran.
Bila penyakit jantung rentan terjadi pada usia 50 hingga 60 an, saat ini usia muda 40 ke bawah sudah banyak terserang jantung. “Penyebab penyakit jantung ini, lantaran pola hidup yang tidak sehat saat usia muda. Seperti banyak merokok dan minum-minuman beralkohol,” tegasnya.
Selain itu, Djanggan menegaskan, banyak anak muda yang makan makanan berkolesterol dan kurang berolahraga. Menilik hal itu, maka perlu disosialisasikan kepada kaum muda untuk menjaga pola hidup sehat dan memperbanyak olahraga.
Sedangkan tugas itu, juga bisa diemban oleh kader KJS maupun instruktur SJS yang dibentuk melalui seleksi ini. “Kedepannya mereka dapat bekerja maksimal untuk melakukan sosialisasi tersebut hingga ke pelosok pedesaan,” pungkasnya. (big/mar)