Kaliwatu-BAA Berdansa Selesaikan Rute Batu

BATU – Tim ekspedisi Hulu Brantas sukses menyelesaikan rute wilayah Kota Batu di hari kelima, Rabu (4/12) kemarin. Total rute yang dilalui ekspedisi yang diprakarsai Malang Post ini sepanjang 60 kilometer yang ditempuh dengan metode Canyoning dan Rafting.
Pada hari kelima atau terakhir di wilayah Kota Batu kemarin, tim melakukan start dari Dam Klerek Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo dan finish di jembatan UMM. Tim sedikit masuk wilayah Kabupaten Malang (daerah UMM) karena start berikutnya akan berada di UMM. Start dan finish yang ditempuh tim ekspedisi berjarak 12,8 kilometer.
Penyusuran dengan menggunakan metode rafting ini menghabiskan waktu sekitar 5,5 jam (sudah termasuk istirahat). Lintasan yang dilalui tim ekspedisi itu melewati rute dua operator rafting, yakni Batu Alam Adventure dan Sahabat Air (Kaliwatu Grup).
Personel dua operator rafting itupun menyatu bersama perwakilan Malang Post, KLH Kota Batu dan Bapta. Mereka seperti berdansa di sungai karena gerakan mendayung dan perahu mengikuti kontur bebatuan bagikan gerakan dansa.
Di hari kelima atau penyelesaian rute Batu, M Muchlis, Kepala KLH Kota Batu serta Muklas Rofik, owner Kaliwatu Rafting ikut menyusuri sungai. Mereka berada dalam satu perahu dengan start Desa Mojorejo hingga Areng-Areng Kelurahan Dadaprejo.
M Muchlis sangat menghargai ekspedisi Hulu Brantas. Malahan pihaknya siap menerima data-data atau hasil ekspedisi untuk mengambil kebijakan. Misalnya kebijakan yang dilakukan untuk pelaku pembuang sampah di sungai.
‘’Hasil ekspedisi nanti bisa digunakan sebagai dasar melakukan kebijakan,’’ ungkap Muchlis.
Sementara itu, kemarin tim juga menemukan adanya pohon bambu yang banyak ditebang pada rute hari kelima. Padahal pohon bambu sangat baik untuk menahan longsor di sekitar sungai karena akarnya yang serabut. ‘’Dulu daerah sini banyak pohon bambu. Bahkan pucuk bambu itu bisa menyatu dari pohon yang tumbuh di sisi kanan dan kiri. Namun kini pohon bambu tersebut sudah banyak hilang,’’ terang Rofik.
Tim yang menyusuri sungai menggunakan dua perahu boat, dua perahu inflatable dan dua river boat menemukan adanya rumah tangga yang memasang saluran pembuangan langsung ke sungai. Malahan ada pipa besar yang mengarah ke sungai.
Bangunan sangat mepet sungai atau bahkan berada di bibir sungai juga bisa ditemukan. Sebut saja perumahan di kawasan Areng-Areng Kota Batu sangat mepet dengan sungai. Menjelang kampus UMM, banyak bangunan dan bertuliskan menerima kos berada di bibir sungai terbesar di Jatim ini. (feb/han)

Sering dibaca :